
Kalau di artikel sebelumnya udah dibahas tentang perbedaan magang dan volunteer, kali ini CICIL bakal ngasih tahu kegiatan mahasiswa di semester akhir yang umum didengar, yaitu program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Tahu nggak sih Sobat CICIL, baik KKN dan PKL adalah salah satu persyaratan yang wajib diambil agar kamu bisa mengambil skripsi atau tugas akhir pada umumnya, lho. Hal ini juga bergantung pada universitas dan program studi yang kamu ambil. Nggak semua universitas mengadakan dan mewajibkan kedua program ini.
Meskipun begitu, ada baiknya buat mahasiswa, terutama kamu si calon mahasiswa, untuk mengetahui perbedaan KKN dan PKL agar nggak salah mengartikan kedua program yang mirip ini. Yuk, simak baik-baik perbedaannya!
Sering Dianggap Mirip, Ini Dia Perbedaan KKN dan PKL yang Harus Diketahui
1. Bentuk kegiatan
KKN dan PKL dapat dibedakan dengan mudah dari bentuk kegiatannya. Kegiatan pada program KKN akan lebih mengarah ke pengabdian masyarakat di mana kamu sebagai agent of change diminta terjun langsung di tengah-tengah komunitas atau masyarakat untuk membantu menyelesaikan sebuah masalah yang dialami oleh mereka. Biasanya program kerja yang kamu dapat akan sesuai dengan program studimu.
Di sisi lain, PKL berupa kegiatan yang mengarahkan kamu untuk melakukan pekerjaan profesional langsung di bawah pengawasan pihak yang terlibat. Kamu akan membantu pihak penyelenggara PKL untuk melakukan pekerjaan mereka. PKL mirip seperti magang, namun bedanya PKL ini memang diwajibkan oleh pihak kampus sebagai salah satu mata kuliah wajib.
2. Jumlah anggota
Perbedaan KKN dan PKL yang mencolok selanjutnya adalah jumlah anggota dalam kegiatannya. Yap, kedua kegiatan ini dilakukan dalam bentuk kelompok, jadi kamu nggak sendirian ketika prakteknya. Jumlah anggota dalam satu kelompok KKN biasanya terdiri dari 7 sampai 10 anggota. Sedangkan PKL berisikan lebih sedikit, berkisar 4 hingga 5 anggota aja.
3. Lokasi
Karena KKN adalah program untuk mengabdi kepada masyarakat, kelompok-kelompok mahasiswa akan disebar di wilayah pedesaan, perkotaan, atau bahkan sekolah yang berada pada satu provinsi dengan kampusmu. Namun, ada juga beberapa jenis KKN yang berlokasi di luar pulau, seperti KKN Nasional contohnya. Kamu akan dikirim ke luar pulau oleh pihak penyelenggara bersama teman-teman sekelompokmu.
Berbeda dengan KKN, kegiatan PKL dilakukan langsung di tempat kerja. Misalnya, kamu mengambil program studi Bahasa Inggris dan kegiatan PKL kamu adalah mengajar. Nantinya, kamu akan terjun langsung ke sekolah untuk melaksanakannya.
Bagaimana dengan kegiatan KKN dan PKL di kala pandemi seperti ini? Nah, untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, kegiatan KKN dan PKL dilakukan secara virtual atau daring. Jenis kegiatannya pun tentu akan lebih mengarah ke pelatihan atau seminar daring.
4. Tujuan kegiatan
Dari perbedaan di atas, mungkin kamu udah bisa tarik kesimpulan bahwa tujuan kegiatan dari KKN dan PKL pun berbeda. KKN memiliki tujuan agar mahasiswa lebih memiliki kepekaan sosial, melatih kecerdasan emosional (EQ), belajar untuk memberikan sebuah solusi atas permasalahan di masyarakat, serta dari melatih aspek soft skill seperti bersikap baik, public speaking, dan teamwork.
Di sisi lain, PKL bertujuan untuk memberikan bekal ilmu dan pengalaman buat kamu sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke dunia pekerjaan profesional. Kamu tahu bagaimana etika dan etos kerja sesungguhnya, begitu pula dengan tanggung jawab pekerjaan pada posisi tersebut.
Sobat CICIL, baik KKN maupun PKL memiliki manfaat yang sama ya, yaitu kamu bisa melatih diri untuk menjadi sarjana yang baik ketika lulus kuliah nanti. Meski kita belum tahu kapan pandemi akan selesai, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk nggak maksimal dalam menjalani program KKN dan PKL ya! Yuk, tetap semangat untuk memberikan yang terbaik!
Tidak ada komentar saat ini.