berinvestasi

Investasi adalah salah satu cara untuk menjamin keuangan di masa depan. Tanpa perlu memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, seorang mahasiswa pun juga bisa berinvestasi. Sebagai pemula dalam investasi, mahasiswa bisa memulainya dengan jumlah yang nggak terlalu besar. Tapi, walau baru memulainya, bukan berarti kegiatan ini bisa dilakukan secara sembarangan.

Sebelum berinvestasi, ada baiknya kamu menyusun strategi ini terlebih dulu:
  1. Kenali dulu instrumen investasi yang ada

Pilihan instrumen investasi itu ada banyak, penting banget bagi kamu untuk memilih salah satu instrumen yang paling kamu pahami sejak awal. Dengan begitu, bukan cuma akan memudahkan kamu dalam mengelola dan mengendalikan investasi tersebut, tapi juga akan berpengaruh pada pengambilan keputusan yang terkait dengan investasi tersebut.

Kalau kamu nggak melakukan investasi pada instrumen yang kamu pahami dengan baik, kemungkinan keputusan yang akan diambil olehmu nggak akan tepat sasaran. Kalau sampai kejadian seperti itu, bisa-bisa ada sejumlah kerugian yang akan timbul ke depannya. Hindarilah hal tersebut dengan mengenali dan memahami instrumen investasi sejak awal.

  1. Tentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai

Kegiatan investasi memang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam hal keuangan. Kamu perlu menentukan tujuan keuangan sejak awal untuk membantu kamu dalam memilih instrumen investasi yang tepat. Dengan begitu, return (penghasilan) yang kamu dapatkan atas investasi tersebut juga lebih optimal.

berinvestasi

  1. Pilih jangka waktu dan siapkan dana cadangan yang tepat

Jangka waktu investasi akan berpengaruh pada jumlah return kamu nantinya. Semakin panjang jangka waktu investasi tersebut, kemungkinan mendapatkan return tinggi pun juga makin besar. Pemilihan jangka waktu perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan terlebih dulu. Kamu perlu melakukan perhitungan yang tepat dan juga dukungan sejumlah dana cadangan agar investasi bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana.

Kalau seseorang menginvestasikan sejumlah dana pada instrumen tertentu yang membutuhkan jangka waktu investasi yang panjang, maka dia seharusnya memiliki sejumlah dana cadangan yang bisa mengatasi risiko investasi atau berbagai hal lainnya dalam keuangan. Sebaliknya, kalau seseorang mengalokasikan seluruh dananya tanpa didukung dana cadangan, kemungkinan besar dia nggak akan bisa mencapai tujuan investasi tersebut dengan optimal.

  1. Pahami risiko

Adanya risiko pastinya berpengaruh pada kesuksesan investasi dan tingkat return yang dihasilkan dari investasi itu nantinya. Semakin besar return investasi, semakin tinggi juga risiko yang harus ditanggung di dalamnya. Sebaliknya, semakin kecil risiko yang terdapat dalam investasi, return yang dihasilkan juga semakin kecil. Keputusan yang kamu ambil dalam investasi tentu harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai risiko yang terdapat dalam investasi itu sendiri.

Selain sikap berhati-hati, pemahaman yang baik sejak awal pun juga penting dalam berinvestasi. Kalau kedua hal ini kamu jadikan dasar dalam menentukan keputusan terkait investasi, maka investasi pun dapat berjalan dengan aman dan dapat diawasi serta dikelola secara maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *