pinjaman uang kuliah

Akses ke pendidikan tinggi di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lainnya. Hanya 1 dari 4 siswa di Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi. Secara rata-rata, yang menempuh pendidikan tinggi pun hanya bertahan 1,5 tahun dari 4 tahun masa pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa angka tingkat putus sekolah (DO) masih relatif tinggi.

Program bantuan keuangan dan beasiswa sekarang ini memang banyak diadakan, namun ternyata bantuan tersebut pun belum mencukupi. Tercatat hingga 2013, Bidik Misi hanya mampu mencakup 140.000 siswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sementara ada 16 juta siswa yang tidak bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Sebagian besar siswa tersebut berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah.

Sebagai tambahan, akses terhadap pinjaman atau pembiayaan di Indonesia relatif tidak mudah dan mahal. Sebagian besar fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA) hanya memenuhi syarat untuk pelanggan dengan minimum pendapatan yang ditetapkan oleh pihak pemberi kredit. Selain itu, lembaga keuangan juga memberikan persyaratan ketat dalam fasilitas kredit. Bank pun juga kesulitan dalam menentukan fasilitas kredit untuk pelanggan tanpa riwayat kredit.

pinjaman uang kuliah

Untuk membantu meringankan permasalahan-permasalahan tersebut, kini banyak perusahaan yang memberikan fasilitas Pinjaman Uang Kuliah. Tujuan dari fasilitas ini adalah untuk meringankan beban bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan cara membiayai uang kuliah, baik uang pangkal, maupun uang semester.

Mungkin banyak yang merasa enggan mencoba fasilitas ini begitu mendengar kata “pinjaman”, karena biasanya diasosiasikan dengan masalah finansial, bunga pinjaman, bahkan kebangkrutan.

Padahal, Pinjaman Uang Kuliah itu juga memberikan beberapa manfaat bagi para mahasiswa yang menggunakannya. Adapun manfaat tersebut adalah:

pinjaman uang kuliah

  1. Mendorong mahasiswa untuk belajar lebih rajin dan serius

Mahasiswa yang menggunakan fasilitas pinjaman uang kuliah pun akan berpikir mengenai bagaimana cara mereka dapat membayar pinjamannya, tapi dengan tetap memiliki dan menjalan hidup yang berkecukupan. Mereka tidak akan membuang waktu dengan melakukan hal-hal tidak penting, dan akan fokus untuk menimba ilmu untuk mendapatkan masa depan yang baik.

  1. Menjadi lebih bertanggung jawab dengan uang

Mahasiswa tidak akan menggunakan pinjaman yang didapatkannya untuk kebutuhan lain di luar pendidikan. Karena keuangan yang terbatas, mereka biasanya lebih teliti dan berhati-hati dalam mengeluarkan uang. Mereka tidak akan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak memberikan dampak positif untuk pendidikan mereka.

  1. Terdorong untuk memiliki pekerjaan sambilan, ikut magang, atau kompetisi

Mahasiswa memang memiliki tanggung jawab terhadap pinjaman yang diperoleh, tapi mereka juga ingin menikmati kehidupan mereka. Karena itu, biasanya banyak mahasiswa yang termotivasi untuk mencari uang tambahan dari pekerjaan sambilan, magang, atau dengan mengikuti kompetisi berhadiah. Selain pendapatan, mereka juga menambah pengalaman yang juga bermanfaat untuk mencari pekerjaan di masa depan. Kamu juga bisa jadi Student Ambassador CICIL dan mendapatkan pengalaman sekaligus uang tambahan lho. Caranya gimana? Langsung aja klik di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *