menghitung deposito

Ingin simpanan uangmu aman? Banyak yang menyarankan deposito sebagai solusi. Berbeda dengan tabungan biasa, deposito berarti menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu sebelum boleh mengambilnya lagi. Misalnya: jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan. Bunga yang ditawarkan untuk deposito lebih tinggi daripada bunga untuk tabungan biasa.

Kalau ingin menarik dana bahkan sebelum jatuh tempo (misalnya: dalam waktu 3 atau 6 bulan), maka kamu akan terkena penalti. Makanya, banyak yang memilih cara ini untuk mengurangi sifat boros mereka. Bunga yang berjumlah tinggi ini nggak bisa dicairkan sesuka hati. Bila belum jatuh tempo, uang nggak boleh keluar dengan mudah. Nggak heran, banyak yang menjadikan deposito ini sebagai investasi jangka panjang.

menghitung deposito

Apa aja kebijakan deposito?
  1. Setiap bank punya kebijakan berbeda terkait dengan dana minimal. Ada yang 8 hingga 10 juta rupiah. Ada yang 1 juta rupiah saja. Tenor atau jangka waktu yang bisa dipilih untuk menyimpan deposito adalah: 1, 3, 6, atau 12 bulan. Kalau ingin mendapatkan bunga tertinggi, maka jangka waktu yang dipilih adalah 12 bulan.
  2. Deposito minim kerugian, terutama karena keamanannya juga sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, untuk kebijakan ini, pastikan nominal tabungan tidak lebih dari 2 miliar rupiah.
  3. Ada dua deposito konvensional, yaitu: deposito berjangka dan sertifikat deposito. Deposito berjangka hanya bisa ditarik oleh pemilik deposito atau nasabah yang bersangkutan. Siapa pun yang memegang atau memiliki sertifikat deposito berhak mencairkan dana dari sertifikat tersebut. Bahkan, sertifikat deposito bisa diperjualbelikan, berbeda dengan deposito berjangka.
Bagaimana cara menghitung deposito dan bunganya?

Bayangkan kamu punya kelebihan dana sebesar Rp5.000.000, sementara kakakmu punya kelebihan dana sebesar Rp10.000.000. Kalian sama-sama menyimpannya dalam deposito bertenor 3 bulan. Misalnya: bunga yang ditetapkan oleh bank 7.5%. Kalau dihitung-hitung, bunga yang akan didapatkan seperti ini:

  • Bunga deposito untuk simpanan kurang dari Rp7.500.000 (masa tenor dalam bulan): Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x tenor : 12
  • Bunga deposito untuk simpanan yang lebih dari sama dengan Rp7.500.000 (masa tenor dalam bulan): Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x tenor: 12

menghitung deposito

Keterangan: 80% berasal dari rumus mencari bunga deposito untuk simpanan yang lebih dari Rp7.500.000 dan sudah dikurangi pajak sebesar 20%.  Kalau bunga berdeposito selama 12 bulan ada 7.5%, isi deposito yang lebih dari Rp7.500.000 harus dikurangi 20% dari 7.5%. Jadinya 1.5%. Bunga riil yang diterima pada deposito bertenor 12 bulan bila simpanan lebih dari Rp7.500.000 adalah sebesar 6%.

Jadi, perhitungan untuk simpananmu adalah: Bunga deposito (per bulan) = Rp5.000.000 x 7.5% x 3 : 12 = Rp93.750

Perhitungan simpanan kakakmu sebesar: Bunga deposito (per bulan) = Rp10.000.000 x 6% x 3 : 12 = Rp150.000

Bagaimana bila menghitung deposito dalam hari?

  • Untuk bunga deposito yang simpanannya kurang dari Rp7.500.000 (tenor dalam hari): Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x jumlah hari: 365
  • Untuk bunga deposito yang simpanannya lebih dari sama dengan Rp7.500.000 (tenor dalam hari): Bunga deposito = jumlah uang simpanan x bunga per tahun x 80% x jumlah hari: 365

Makanya hasil menghitung deposito akan jadi seperti ini:

Perhitungan untuk simpananmu adalah: Bunga deposito (per bulan) = Rp5.000.000 x 7.5% x 90 : 365 = Rp92.465,75

Perhitungan simpanan kakakmu sebesar: Bunga deposito (per bulan) = Rp10.000.000 x 6% x 90 : 365 = Rp147.945,21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *