visa pelajar

Setiap orang dari seluruh penjuru dunia kini dapat menempuh pendidikan di mana-mana. Eropa adalah salah satu tujuan terfavorit untuk belajar karena sebagian besar institusi pendidikan kelas dunia ada di sana.

Untuk kamu yang ingin belajar di Eropa, kamu memerlukan student visa (visa pelajar) ke Eropa. Secara umum, ada 2 tipe visa pelajar untuk Eropa, yaitu studi Schengen untuk masa studi tiga bulan dan Residence Permit/National Visa untuk masa studi lebih dari 3 bulan.

Untuk lengkapnya, berikut langkah-langkah mengajukan visa pelajar ke Eropa:

visa pelajar

  1. Mencari informasi

Informasi bisa kamu dapatkan di website kedutaan negara yang dituju. Kenapa? Karena untuk National Visa biasanya hanya dilayani langsung oleh kedutaan, dan nggak bisa melalui agen.

  1. Persiapkan dokumen

Kamu perlu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yaitu:

Paspor: paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan hingga tanggal kadaluarsa. Kalau kurang dari 6 bulan ada baiknya kamu perpanjang dulu.

Dokumen pendukung asli: akta lahir, kartu keluarga, ijazah sekolah terdahulu, dan transkrip nilai. Semua dokumen tersebut harus diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh penerjemah tersumpah. Sediakan juga foto ukuran paspor terbaru sebanyak 2 buah.

Letter of Acceptance: surat penerimaan yang menandakan bahwa kamu telah resmi diterima menjadi mahasiswa di universitas yang kamu pilih.

Sertifikat bahasa: sertifikat bahasa yang sesuai dengan bahasa yang akan digunakan selama studi, misalnya IELTS atau TOEFL. Perhatikan juga persyaratan minimum bahasa yang dibutuhkan.

Bukti jaminan finansial: bukti yang menunjukkan kemampuan finansial kamu untuk tinggal di Eropa. Bukti keuangan dapat berupa rekening koran asli atau buku tabungan asli dengan saldo mengendap minimum 28 hari sebelum pengajuan visa. Besaran saldo ini harus dihitung berdasarkan uang sekolah dan biaya hidup selama 1 tahun, ditambah biaya tiket pulang pergi, yang seluruhnya dikonversi ke rupiah. Kamu juga perlu menyiapkan surat referensi bank asli.

Kalau kamu mendapatkan beasiswa, maka jaminan finansial bisa digantikan dengan surat pernyataan dari lembaga beasiswa yang menyatakan akan menjamin biaya kuliah dan biaya hidup selama masa studi.

Bukti booking tiket dan asuransi medis: siapkan lampiran booking tiket dan asuransi medis. Pastikan kalau asuransi yang kamu pilih berlaku selama masa studi kamu di Eropa. Sebaiknya, kamu nggak membayar tiket dulu sampai proses visa selesai.

Bukti pembayaran pemrosesan visa: siapkan lampiran bukti pembayaran pemrosesan visa. Jumlah biayanya biasanya berbeda-beda tergantung negara yang dituju.

Dokumen tambahan: untuk berjaga-jaga, siapkan dokumen tambahan. Misalnya, untuk visa pelajar ke Swiss atau Jerman, maka kamu harus menyusun “Motivation Letter” yang berisi alasan kenapa kamu ingin kuliah di sana.

  1. Mengikuti tes kesehatan

Kamu mungkin juga perlu melakukan tes kesehatan. Tes ini mencakup tes kesehatan fisik dan ditambah dengan tes lain yang diperlukan, tergantung negara yang dituju. Tes kesehatan ini hanya bisa dilakukan di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh pihak konsulat atau kedutaan.

visa pelajar

  1. Menyerahkan berkas dokumen ke kedutaan

Ada kedutaan yang dapat dikunjungi langsung, dan ada yang harus mendaftar online terlebih dulu untuk mendapatkan nomor antrian. Lalu ada juga negara yang mengharuskan untuk wawancara. Misalnya, untuk visa pelajar ke Inggris, kamu akan diminta untuk melakukan wawancara via Skype setelah menyerahkan berkas.

  1. Menunggu hasil

Proses pembuatan visa pelajar biasanya memakan waktu sekitar 6-12 minggu. Kalau lewat jangka waktu tersebut kamu belum mendapatkan konfirmasi, maka kamu dapat menghubungi konsulat/kedutaan kembali. Karena bisa jadi ada kelengkapan lain yang harus kamu lengkapi terlebih dulu.

  1. Melaporkan izin tinggal

Setelah aplikasi visa disetujui, kamu akan diberikan jangka waktu untuk mendaftar izin tinggal di negara tujuan. Izin tinggal (residence permit) ini adalah dokumen resmi yang mengizinkan kamu untuk tinggal lebih dari 3 bulan di negara tersebut. Kalau izin tinggal nggak diurus dalam jangka waktu yang ditentukan, kamu bisa dideportasi.

Pengurusan visa ini memang susah-susah gampang. Tapi, jangan sampai hal ini jadi alasan kamu untuk batal menempuh pendidikan di luar negeri ya. Kuliah di Eropa akan jadi pengalaman yang nggak terlupakan dan pastinya akan membuka pintu-pintu peluang untuk masa depan yang lebih cerah bagi kamu.


Sumber: http://ehef.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *