investasi bodong

Adanya akses internet memudahkan kita untuk melakukan banyak hal termasuk berinvestasi. Tujuan berinvestasi tentu adalah untuk mendapat keuntungan. Nah, tapi kamu perlu hati-hati dengan investasi bodong yang banyak beredar di internet. Bukannya untung, yang ada bisa-bisa malah bikin buntung.

Biar nggak jadi korban, kamu perlu tahu ciri-ciri tawaran investasi bodong yang ada di internet:
  1. Nggak memiliki izin atau alamat yang jelas

Perusahaan investasi yang legal tentu memiliki perizinan yang lengkap, rekam jejak yang jelas, dan ada alamat yang bisa didatangi. Kalau kamu menemukan perusahaan investasi yang nggak memiliki tiga hal tersebut, jangan buru-buru menyetorkan danamu di sana.

  1. Menawarkan keuntungan yang nggak wajar

Investasi dengan tawaran keuntungan yang tinggi memang menggiurkan. Tapi, kalau keuntungannya di luar batas wajar, mending kamu waspada dan mengurungkan niat untuk berinvestasi di perusahaan itu.

Misalnya, ada investasi yang mengiming-imingi keuntungan sampai 30% per bulan dan tanpa risiko. Investasi legal nggak mungkin menjanjikan keuntungan sampai angka segitu. Biasanya, hanya ditunjukkan perkiraan keuntungan yang bisa didapatkan dalam jangka waktu tertentu.

investasi bodong

  1. Pengelolaan dananya nggak transparan

Sebelum berinvestasi, tentu kamu harus tahu dulu dana yang kamu setorkan akan dikelola seperti apa. Kalau perusahaan legal, pasti bisa menjelaskan bagaimana pengelolaan dana investasi secara transparan pada kamu (investor). Nah, kalau dana yang dikumpulkan perusahaan investasi yang bodong biasanya nggak diketahui cara pengelolaannya. Karena sebagian atau seluruh dana tersebut diraup untuk kepentingan pribadi pemiliknya.

  1. Diminta untuk cari anggota baru

Biasanya investasi ini akan mengiming-imingi bonus kalau kamu mengajak orang lain untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Selain itu, produk yang dihasilkan juga biasanya nggak jelas.

  1. Setoran keuntungan macet di tengah jalan

Untuk meyakinkan, biasanya pelaku investasi bodong akan memberikan keuntungan sesuai janji, supaya kamu percaya dan bersedia mencari investor lain. Tapi, biasanya setoran ini cuma bertahan beberapa kali aja. Setelah itu, perusahaan akan berkilah kalau investasinya tersendat dan meminta kamu untuk bersabar. Padahal, mereka sedang bersiap-siap untuk kabur.

Nah, setelah tahu ciri-cirinya, mudah-mudahan kamu jadi lebih waspada lagi dalam memilih instrumen dan perusahaan investasi di internet, ya.

Bingung mau pilih berinvestasi apa? Kamu bisa menentukan investasi mana yang cocok dengan karakteristikmu kok di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *