kesalahan investasi

Usia 20-an memang masa-masanya seseorang jadi bersemangat, termasuk semangat dalam menghasilkan uang. Sekarang ini udah cukup banyak anak muda yang masuk dalam dunia investasi, termasuk mahasiswa.

Gimana nggak tertarik, keuntungan yang didapat memang menggoda, sih. Pasti ingin dimanfaatkan untuk jalan-jalan, belanja, atau modal masa depan. Apalagi sekarang instrumen investasi juga semakin mudah diakses untuk mahasiswa.

Tapi, karena masih terbilang pemula dalam dunia finansial, pengetahuan investor muda memang belum seperti investor senior. Nggak jarang yang sering salah langkah dan melakukan kesalahan investasi.

Karena itu, kalau kamu ingin berinvestasi, perhatikan kesalahan investasi yang biasa terjadi pada investor yang berusia 20-an:
  1. Target terlalu muluk-muluk

Semua orang yang berinvestasi pasti menginginkan hasil yang memuaskan. Tapi, jangan buru-buru dan menginginkan target yang muluk-muluk alias mengharapkan hasil yang kelewat tinggi. Karena masih muda, baiknya gunakan untuk belajar sebanyak-banyaknya dan mulai dari yang mudah dulu. Jangan karena ingin untung banyak dalam waktu singkat, kemudian kamu jadi tergoda investasi ‘bodong’.

  1. Malas bertanya

“Malu bertanya, sesat di jalan”. Ya, ungkapan ini pun juga berlaku saat kamu masuk dalam dunia finansial dan investasi. Kalau kamu malas atau nggak mau bertanya, yang ada akan merugikan kamu ke depannya nanti. Kamu harus berinisiatif untuk bertanya banyak hal soal investasi. Bisa kepada buku, investor senior, atau ke forum di internet. Mintalah nasihat kepada mereka yang memang paham soal investasi.

kesalahan investasi

  1. Nggak paham risiko

Kamu harus paham kalau saat berinvestasi, jumlah bunga akan dipengaruhi oleh jumlah dana yang kamu simpan. Hal itu juga disertai dengan risiko. Risiko itu tentunya sesuai dengan profil dan pilihan investasi kamu. Misalnya, investasi saham yang bersifat high risk high return. Untuk dapat hasil yang diharapkan, kamu harus menunggu 3 sampai 5 tahun.

  1. Terlalu sering menarik dana

Berbeda dengan bank, kamu nggak dianjurkan untuk menarik dana terlalu sering. Kenapa? Karena timbal balik ke depannya nanti malah menipis. Timbal balik investasi itu bergantung pada besar-kecilnya dana investasi yang kamu tanam. Karena itu, kamu harus belajar untuk sabar dan membiarkan dana kamu tumbuh subur tanpa gangguan.

  1. Bingung saat dapat untung

Kalau udah dapat keuntungan dari investasi, jangan bingung profitnya mau kamu gunakan untuk apa. Inilah kesempatan kamu untuk berkonsultasi dengan orang lain yang memang paham soal investasi. Bisa jadi kamu disarankan untuk pindah ke instrumen lain yang lebih berprospek dan aman, atau disarankan untuk mengambil sebagian dana investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *