venture capitalist

Buat para pelaku startup digital atau yang tertarik dengan dunia startup, pasti udah kenal dengan istilah Angel Investor dan Venture Capitalist. Keduanya adalah istilah untuk penanam modal. Dua jenis penanam modal ini sama-sama memiliki peran dalam mendorong pertumbuhan sebuah perusahaan startup (rintisan). Yang membedakan di antara keduanya adalah adanya perbedaan motivasi dan tujuan yang mereka miliki.

Nah, buat kamu yang belum familiar, kenali dulu siapa itu venture capitalist dan angel investor. Yuk, simak!

Venture Capitalist

venture capitalist

Venture capitalist atau pemodal ventura adalah investor yang memberi dukungan modal kepada perusahaan startup yang ingin berkembang tapi nggak punya akses ke pasar modal, karena perusahaan tersebut masih terlalu kecil.

Sama seperti angel investor, venture capitalist juga ikut menyalurkan dukungan-dukungan lain di luar modal. Dari bantuan tersebut, venture capitalist memperoleh sebagian kepemilikan perusahaan. Modalnya bisa berasal dari dana yang dikumpulkan dari pihak lain dan dikelola secara profesional. Uang yang ditanam bisa kembali hingga berkali-kali lipat kalau perusahaan yang didanai sukses di pasaran.

Beberapa tahapan pendanaan venture capital yang dijalani startup adalah:

  1. Seed Money: pembiayaan yang dibutuhkan untuk membuktikan sebuah ide baru.
  2. Start Up: perusahaan tahap awal yang membutuhkan pendanaan untuk pengeluaran-pengeluaran yang berhubungan dengan pemasaran dan pengembangan produk.
  3. First Round: pendanaan untuk pemasaran awal dan biaya produksi.
  4. Second Round: pendanaan perusahaan tahap pertama dalam menjual produknya tapi masih belum memperoleh keuntungan.
  5. Third Round: pendanaan untuk perusahaan yang baru mulai mendapat keuntungan.
  6. Fourth Round: tujuan pendanaan perusahaan untuk go public.

Angel Investor

venture capitalist

Kalau diartikan secara harfiah, angel investor berarti “investor/pemodal malaikat”. Istilah itu mengacu pada tujuan pemberian modal yang biasanya bermaksud membantu, di samping mendapat sebagian kepemilikan perusahaan yang diinvestasi.

Biasanya, angel investor berinvestasi dengan modalnya sendiri. Selain modal, bantuan yang diberikan bisa berupa saran manajemen, referensi kontak, dan hal-hal lainnya yang dirasa membantu.

Beberapa profil angel investor adalah:

  1. Angel & Super Angel: angel investor yang udah berpengalaman dan memiliki portofolio lebih dari 20 perusahaan.
  2. Angel/Super Angel Fund: sejumlah angel yang berinvestasi baik sebagai tim formal maupun melalui wadah pendanaan untuk membuka kesempatan bagi orang lain untuk berinvestasi bersama.
  3. Angel Group: organisasi yang dioperasikan berdasarkan keanggotaan dan dibentuk untuk tujuan menggabungkan kekuatan antar angel investor lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *