asuransi kesehatan

Semua orang pasti ingin sehat, apalagi kamu para mahasiswa dengan segudang kesibukan. Nggak cuma kuliah, kamu pasti juga bergabung dengan organisasi mahasiswa, klub, atau punya kerja sambilan. Walau masih muda, tapi bisa aja kamu lelah sampai jatuh sakit. Kalau sakitnya cukup parah, seperti DB (demam berdarah), rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit pasti butuh biaya yang besar.

Saat ini, ada dua pilihan dana asuransi, yaitu BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta.

Biar nggak bingung mau pilih asuransi kesehatan yang mana, yuk cek satu-satu:
BPJS Kesehatan

asuransi kesehatan

Siapa pun bisa jadi peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, termasuk kamu yang masih mahasiswa, baik yang belum punya penghasilan tetap atau punya pekerjaan sambilan. Berhubung sakit nggak mengenal umur, kamu bisa memilih BPJS Kesehatan sebagai pilihan asuransi kesehatan untukmu. Adapun keuntungannya adalah:

1. Iuran per bulan sangat terjangkau

Jangan takut, iuran bulanan BPJS Kesehatan nggak akan terlalu berat. Kalau iuran bulanan untuk asuransi kesehatan swasta minimal sekitar Rp300.000,-, maka BPJS Kesehatan bisa lebih kecil dari itu. Bahkan, kalau mau bayar BPJS untuk perawatan kelas I di RS untuk keluarga 3 orang (kamu, ayah, dan ibu), totalnya bisa sekitar Rp180.000,-.

2. Rawat jalan dan rawat inap di-cover semua

BPJS bisa membantu kamu kalau kamu diharuskan untuk rawat jalan atau rawat inap. Ini berbeda dengan beberapa asuransi kesehatan swasta yang biasanya lebih fokus pada rawat inap. Kalau pun asuransi kesehatan lainnya meng-cover rawat jalan, biasanya asuransinya nggak sampai full. Jadi, sisanya tetap harus kamu bayar sendiri.

3. Nggak pakai istilah pre-existing condition

Mungkin kamu punya penyakit genetis sebelum mendaftar di BPJS Kesehatan. Misalnya diabetes. Kondisi yang disebut dengan pre-existing condition ini nggak digunakan oleh BPJS. Jadi, kalau misalnya kamu udah memiliki penyakit genetis sebelum mendaftar, BPJS Kesehatan tetap akan menanggung biaya sakit akibat kondisi khusus tersebut.

4. Nggak perlu pakai medical check-up dan gratis selama kamu mengikuti prosedur BPJS Kesehatan

Mendaftar di BPJS Kesehatan nggak perlu pakai medical check-up sebelumnya. Yang pasti sih, selama kamu memakai kamar RS sesuai yang di-cover sama BPJS Kesehatan, kamu nggak perlu bayar biaya sama sekali. Misalnya kamu dirawat di kamar kelas III yang lebih murah daripada kelas I. Tapi kalau kamu mau pindah ke kelas I, sisa biayanya harus kamu bayar sendiri.

5. Manfaat (plafond)-nya nggak berbatas

Plafond atau limit manfaat dalam BPJS Kesehatan nggak berbatas. Misalnya kamu seharusnya hanya dirawat di RS selama 3 hari, ternyata dokter menyatakan kalau kamu belum sembuh benar hingga bertambah jadi 5 hari. Selama kamar perawatan yang dipakai sesuai prosedur BPJS Kesehatan, kamu nggak perlu khawatir harus membayar kelebihan biaya akibat harus tinggal lebih lama di RS untuk perawatan dari perkiraan semula.

Asuransi Kesehatan Swasta:

asuransi kesehatan

Setiap asuransi kesehatan swasta punya aturan masing-masing, meskipun mungkin ada beberapa persamaan, seperti membutuhkan medical check-up, dan mungkin punya syarat khusus untuk pre-existing condition. Misalnya kamu adalah penderita diabetes yang baru mendaftar untuk asuransi kesehatan swasta. Karena syaratnya adalah baru bisa klaim asuransi minimal dua tahun lagi, kamu harus menunggu dua tahun dulu baru bisa klaim asuransi untuk penyakit diabetesmu.

Terus, keuntungan asuransi kesehatan swasta apa ya? Ini dia keuntungannya:

1. Pelayanannya lebih cepat, mudah, dan fleksibel

Kamu nggak perlu mengantri lama di klinik atau puskesmas dulu. Langsung aja ke RS mana pun, termasuk RS langganan keluargamu. Asuransi kesehatan swasta biasanya bisa untuk semua RS, baik yang udah bekerjasama dengan pihak asuransi (cashless) maupun yang belum (dengan cara penggantian biaya atau reimbursement).

2. Nggak perlu pusing dengan proses administrasi yang panjang

Ini berlaku untuk kondisi darurat atau emergency. Kamu bisa langsung datang ke RS mana pun dan mendapatkan pelayanan kesehatan, tanpa harus pusing dengan proses administrasi yang panjang. Sakit segera ditangani dan biaya perawatan diganti asuransi.

3. Medical check-up sebagai pelengkap

Meskipun banyak yang menganggap melakukan medical check-up merepotkan dan memakan biaya, hasilnya bisa mendukung dokter untuk menganalisa untuk pengobatan lebih lanjut. Jadi, langsung jelas ketahuan kondisi kesehatanmu secara lebih lengkap.

4. Semakin muda mendaftar, preminya semakin terjangkau

Mungkin saat ini kamu berpikiran “Ah, masih muda ini dan sehat-sehat aja”Padahal, nggak ada salahnya kamu bersiap-siap menabung asuransi untuk kesehatanmu sendiri. Meskipun selalu rajin menjaga kesehatan, gimana kalau tiba-tiba kamu mengalami kecelakaan, sampai harus dirawat di RS? Inilah gunanya dana asuransi kesehatan. Apalagi, semakin muda mendaftar, premi bulanannya juga semakin terjangkau.

Nah, setelah membaca penjelasannya, kira-kira asuransi kesehatan yang mana yang cocok untuk mahasiswa? Semua tergantung kebutuhan kamu dan dana yang kamu punya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *