jenis kulineran

Kuliner murah memang identik dengan mahasiswa yang suka serba hemat. Jatah bulanan mahasiswa, apalagi mahasiswa rantau, memang biasanya ngepas untuk makan sehari-hari ditambah untuk kebutuhan perkuliahan. Karena itu, mahasiswa biasanya suka mencari tempat makan yang murah meriah, tapi tetap asyik untuk nongkrong dan bersosialisasi.

Di Jogja, ada beberapa jenis kulineran yang terkenal sebagai tempat makan murah meriah. Tempat-tempat tersebut pasti selalu laris dan ramai oleh mahasiswa. Selain harganya yang cocok di kantong, rasa makanannya yang enak pun membuat tempat-tempat ini selalu jadi incaran, bahkan nggak cuma di tanggal tua.

Apa aja sih jenis kulineran tersebut? Yuk, kita simak:

Angkringan

jenis kulineran

Warung gerobak makanan ini memang banyak terdapat di beberapa kota di Jawa Tengah, tapi angkringan lebih identik dengan kota Jogja. Angkringan banyak digemari karena kesederhanaannya. Harga makanannya yang super terjangkau, membuatnya digemari masyarakat, mulai dari tukang becak, mahasiswa, sampai warga kelas atas.

Harga salah satu menu andalannya, yaitu nasi kucing, hanya sekitar Rp1.000. Ditambah aneka gorengan dan minuman, biaya sekali makan di angkringan nggak sampai Rp10.000. Murah banget kan?

Burjonan

jenis kulineran

Istilah ini pasti udah nggak asing lagi di kalangan mahasiswa. Burjonan adalah warung kecil yang menjual mie instan, kopi, dan tentunya bubur kacang hijau. Burjo sendiri adalah singkatan dari “bubur kacang ijo”. Burjonan atau warung burjo biasanya ditemukan di berbagai sudut kota Jogja, terutama di daerah kampus atau kos-kosan.

Alasan tempat yang satu ini populer oleh kalangan anak muda adalah karena harga makanannya yang murah, dan selalu buka 24 jam. Mau nongkrong sampai pagi juga pasti nggak bakal diusir!

Nasi gudeg

jenis kulineran

Membahas kuliner Jogja belum lengkap rasanya kalau nggak membahas gudeg! Di Jogja, nasi gudeg adalah menu andalan sarapan mahasiswa sebelum masuk kuliah. Hal ini dikarenakan oleh kebiasaan penjual nasi gudeg yang lebih sering muncul di pagi hari.

Pilihan lauknya pun bermacam-macam. Selain gudeg, biasanya juga disediakan ayam, telur, krecek dengan sedikit cabe rawit.

Pecel lele

jenis kulineran

Warung pecel lele juga jadi incaran para mahasiswa di kota Jogja. Warung ini mulai buka setelah maghrib sampai tengah malam. Menu yang ada di warung ini adalah ayam, lele, tempe, burung puyuh, dan aneka lauk pauk lainnya, tentunya dengan harga yang terjangkau.

Warung makan ramesan

jenis kulineran

Orang Indonesia biasanya nggak bisa jauh-jauh dari nasi. Hal itulah yang membuat warung nasi rames selalu populer, apalagi di daerah kos-kosan. Apalagi warung ini menyediakan menu masakan rumahan lengkap dengan harga yang terjangkau.

Warung ramesan di Jogja biasanya berusaha memberikan menu yang bisa diterima oleh lidah berbagai jenis pelanggan. Karena pengelolanya tahu, nggak semua pelanggannya berasal dari Jogja.

Mau memilih jenis kulineran yang manapun, kamu bisa cobain untuk selalu konsisten makan di satu tempat tertentu. Karena kalau kamu udah jadi pelanggan tetap dan dikenal oleh pengelolanya, biasanya kamu bakal diberikan diskon olehnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *