mudik

Mudik dikenal identik dengan hari raya Lebaran, pulang ke kampung halaman masing-masing, dan berkumpul bersama keluarga. Di saat hari Lebaran tiba merupakan hal yang sangat menyenangkan untuk setiap orang, terutama untuk umat muslim yang merayakan hari Lebaran. Tatpi ternyata, beberapa negara ini juga punya tradisi mudiknya masing-masing dengan hari raya mereka sendiri lho.

  1. Korea

mudik

Mudik di Korea bisa dilihat saat perayaan Chuseok, yaitu hari libur resmi dan dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8 di hari ke-15 penanggalan bulan. Atau disebut juga sebagai hari panen, festival bulan musim panen, festival bulan musim panen, atau Hangawi (hari besar di tengah musim gugur). Untuk orang Korea, hari Chuseok ini berarti hari dimana orang-orang akan mudik, kemacetan dimana-mana, dan peringatan arwah leluhur atau hari dimana mereka akan mengucapkan syukur kepada arwah leluhur dan berkumpul bersama keluarga besar mereka.

Nah, mereka juga punya makanan khas saat hari Chuseok loh! Yaitu kue Songpyeon yang terbuat dari tepung beras berisi kacang atau wijen. Orang Korea akan berkumpul bersama keluarga mereka dan membuat kue ini, buat yang masih single jika membuat kue ini dengan bagus maka akan mendapatkan pasangan yang cantik dan tampan untuk mereka.

  1. China

mudik

Budaya mudik di China biasa dirayakan saat perayaan hari Imlek. Mereka memilih untuk pulang ke kampung halaman mereka di kota ataupun pedesaan dan berkumpul bersama keluarga besar. Kamu pasti tahu kalau jumlah masyrakat di negara China sangat banyak. Jadi bisa kamu bayangkan seberapa padatnya kegiatan lalu lintas saat Imlek di China. Jalanan pasti sangat padat, transportasi umum menjadi sangat ramai dan tentu saja pusat perbelanjaan akan dipenuhi orang-orang yang ingin membelikan oleh-oleh untuk keluarga tercinta mereka.

Pada hari perayaan Imlek ini, masyarakat di China akan mengenakan perhiasan emas terbaik yang mereka punya, karena secara tidak langsung itu menandakan tingkat kemakmuran mereka di daerah perantauan mereka.

  1. Mesir

mudik

Bagi masyarakat Mesir, Idul Fitri tidak dirayakan secara besar-besaran. Mereka menganggap Idul Fitri sebagai Id el-Shogayar yang berarti “Hari Raya Kecil”. Dan untuk hari raya besar-besaran mereka diadakan saat perayaan Idul Adha atau Idul Kabir. Pada saat inilah masyarakat Mesir melaksanakan mudik dan pulang ke kampung halaman mereka. Selain melakukan mudik atau pulang ke kamung halaman, pada perayaan Idul Adha ini mereka juga menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama di pinggiran Sungai Nil sambil mengenakan pakaian baru.

  1. India

mudik

Di India sendiri, setiap tahunnya masyarakat akan pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan Festival Cahaya atau Diwali yang dirayakan selama 5 hari berturut-turut. Saat hari perayaan ini, rumah-rumah di sana akan didekorasi dengan kilauan dimana-mana dan malam Diwali akan meriah dengan petasan-petasan yang dimainkan di sepanjang jalan. Sebelum perayaan ini, biasanya kereta akan menjadi sangat ramai ditambah lagi dengan banyaknya wisatawan yang juga ingin melihat festival Diwali ini.

  1. Bangladesh

mudik

Karena Bangladesh merupakan negara yang mayoritasnya adalah muslim, di saat menjelang Lebaran negara ini juga sangat ramai. Beberapa hari menjelang Lebaran, Bangladesh dipadati dengan orang-orang yang pulang mudik dari daerah rantauan mereka. Tapi ada hal yang berbeda dari Bangladesh dengan negara yang lain, yaitu biasanya di negara lain jalanannya akan dipadati dengan kendaran bermotor para pemudik, tapi di Bangladesh justru masyarakat sangat menghindari perjalanan darat karena kondisi jalanan mereka yang rusak parah dan bergelombang akibat musim hujan.


Artikel ini ditulis oleh:

Shera

President University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *