pesta demokrasi

Bulan April mendatang, Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpin bangsa. Diperkirakan peserta pemilu muda (Milenial dan Gen Z) akan mendominasi. Bahkan 14 juta di antaranya adalah pemilih pemula, alias baru pertama kali mengikuti pemilu.

Nah, sebagai anak muda, sebaiknya bagaimana kamu menyikapi pesta demokrasi kali ini?
Dos:
  1. Peduli

Sebagai masa depan bangsa, kamu harus peduli dengan politik. Kamu nggak bisa bersikap masa bodoh aja, lho. Menunjukkan rasa peduli terhadap politik nggak harus diwujudkan dengan gabung atau jadi pendukung parpol atau kandidat tertentu. Yang penting, kamu bisa jadi pemilih yang baik.

  1. Cari info yang benar

Dalam urusan pemilu, jangan sampai kamu terpengaruh dengan informasi hoax. Kamu harus mencari informasi valid dari sumber yang resmi dan terpercaya. Mulai dari aturan main sebagai pemilik suara (pemilih), sampai jadwal pemilihan.

  1. Pertimbangkan dulu kandidat dan partainya

Sebelum memutuskan untuk memilih, kamu harus banyak-banyak mempertimbangkan para kandidat dan partainya dengan matang terlebih dulu. Kamu perlu mencari tahu latar belakang, sepak terjang, visi-misi, sampai program yang ditawarkan. Kemudian, kamu bisa menilai dari kampanye yang mereka lakukan. Di sinilah kemampuan berpikir kritis dan literasimu dibutuhkan.

  1. Hormati pilihan orang lain

Seperti kamu, orang lain pun juga punya hak memilih. Mereka punya pertimbangan tersendiri atas pilihannya. Jangan memaksakan pilihanmu pada orang lain, atau menyindir dan menyudutkan teman-teman yang pilihannya berseberangan dengan kamu. Mau diskusi atau tukar pendapat boleh, tapi jangan sampai terjadi perdebatan ya.

pesta demokrasi

Don’ts:
  1. Cuek

Memilih adalah hak dan juga kewajiban kamu sebagai warga negara. Suara kamu adalah bentuk kontribusi untuk masa depan bangsa. Karena itu, jangan sampai kamu bersikap cuek dan bodo amat terhadap pemilu. Kenapa? Tentu karena sikap cuek atau malas itu kontraproduktif terhadap nilai yang dijunjung negara kita, demokrasi.

  1. Memperburuk suasana

Gunakan hak memilih, hak berpendapat, dan media untuk mengekspresikan pemikiranmu dengan bjiak. Jangan menebar komentar yang memancing perdebatan, menebar berita yang belum pasti kebenarannya, menjelek-jelekkan calon lawan, atau berkata kasar. Memberikan kritik sah-sah aja, tapi jangan terus-terusan mengungkit kekurangan atau kelemahan dari calon lawan.

  1. Bermusuhan karena beda pilihan

Berhubungan dengan poin nomor 2, banyak orang yang berantem karena berbeda pilihan politik. Awalnya cuma dari sekadar menuangkan pemikiran yang berujung pada perdebatan yang memanas. Hal ini bisa menghapus pertemanan, baik secara offline, maupun online. Kalau seperti ini, yang ada malah melenceng dari semangat pesta demokrasi, kan?

  1. Nggak terima saat kalah

Kalah dan menang adalah bagian dari demokrasi. Kalau nggak terima saat kalah dan malah menyalahkan pemilih yang menang, berarti menunjukkan kalau diri kamu nggak demokratis. Siapapun yang menang, tetap harus dihormati dan didukung sebagai wakil rakyat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *