kampus merah

Lokasi Universitas Hasanuddin, atau yang biasa disingkat UNHAS, adalah di daerah Tamalanrea. Daerah ini dulunya adalah rawa-rawa. Nah, biasanya rawa-rawa itu identik dengan suasana yang seram.

Karena itulah muncul beberapa cerita horor di kampus merah ini, seperti:

Sesaji misterius

Di lapangan parkir depan gedung audiotorium Prof. Amiruddin, ada bangunan kecil berbentuk rumah-rumahan. Awalnya banyak yang mengira itu adalah sarang burung merpati, tapi setelah didekati, ternyata ada banyak sesaji-sesaji yang diletakkan di atas piring di rumah-rumahan itu.

Rumah susun mahasiswa sederhana (ramsis)

Menurut kesaksian penghuni ramsis, mereka sering mendengar suara-suara aneh dari kamar yang nggak berpenghuni. Katanya, kalau ada bangunan yang udah lama nggak dihuni, maka sebelumnya dihuni oleh “makhluk lain”.

Perpustakaan umum Unhas

Cerita ini datang dari seorang mahasiswa yang sering melintas di sekitar perpustakaan umum pada malam hari. Mahasiswa tersebut sering menggenggam gunting saat melewati perpustakaan umum kampus merah ini. Menurutnya, gunting yang terbuat dari baja konon bisa menjadi pengusir setan. Kebiasaan dia ini berawal dari suara-suara gaduh yang didengarnya dari dalam perpustakaan, padahal perpustakaan udah tutup.

Warung misterius

Di jalanan dekat Politeknik Ujung Pandang (bekas poltek Unhas), terdapat kuburan yang nggak jelas milik siapa. Beberapa orang mengaku, saat melewati lokasi tersebut di malam hari, tiba-tiba mereka melihat warung yang dihuni banyak orang. Padahal sebelumnya suasananya sepi dan nggak ada apa-apa di situ.

Toilet di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas

Beberapa mahasiswa mengatakan, saat mereka masuk ke dalam toilet di fakultas ini, mereka sering dikagetkan dengan kemunculan sesosok wanita berbaju merah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *